Selasa, 20 Agustus 2013

Tarian dan Keanehannya: curiosity of why this thing exist

Well, im in a leisure time right now. No task to do and no tutorial online, yet.

So, i thought, why dont i wrote a post on my long-forgotten blog? haha

Ok. Hajime Mashite!

Pagi yang indah, menyalakan laptop, koneksi ke wifi.id (Yeah!). Membuka Youtube.com dan melihat beberapa video yang di sarankan. Beberapa cukup menarik, seperti: tahukah kamu, kita dapat mengecek baterai 1,5 V dengan menjatuhkannya secara vertikal dan melihat apakah baterai tersebut dapat berdiri tegak. lakukan dengan ketinggian 60% dari ketinggingian si baterai bulat lonjong secara vertikal. apabila baterai penuh (alias belum terpakai) maka baterai dapat berdiri, dan bila ternyata baterai memantul dan tidak dapat berdiri maka kemungkinan baterai tersebut telah digunakan.
Interesting, right?!

Well, actualy, its not what im gonna trying to tell, hehe





Well, I know what you think. But, this not like you thought. haha

The thing that make me fascinated was not, the seduction it self. But, the dance.
Dalam video itu si Lizra cerita kalau di Cuba, ada tarian tradisional yang isinya tentang seduction dan sensual realtionship between man and women. The dance was like a story of rooster dance (more or less, haha), where the girl dance making their curve, you know in Indonesia we call it "goyang", seducing the guy in the dance. The guy  would make the dance to show their masculinity like the rooster cooking, eh, (it definitly not cooking, haha), you know their cock-a-doodle-doo crow in the morning, untuk menggoda si cewek.(tontonen dewe ae lah nek menit 05:20). 

Dari situ tertariklah saya untuk melihat seperti apa sih tarian sebenarnya:



  Kemudian, what more interesting is. After googling about it, i found out that this dance is originally come form africa. Tarian ini sudah ada dan di bawa dari afrika dipindahkan ke amerika dijadikan budak  oleh kolonial Spanyol saat itu. berarti bahwa tarian ini sudah ada jauh lebih lama dari ku bayangkan.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa tarian merupakan ujung dari sebuah budaya suatu masyarakat.
Yang membuatku lebih tertarik adalah bahwa tarian-tarian ini diringi oleh musik yang sederhana. Almost consist of ritmik instrumen only. dan hal keren mengenai simple ritmik is that you can trance on it.


This is not what really what i wanna talking about either.

Tari. sebuah bentuk budaya yang juga merupakan sebuah pertunjukan dan sarana komunikasi tanpa kata, biasanya diringi oleh musik.

Tari, sendiri di Indonesia sangatlah amat banyak sekali. karena Indonesia sendiri merupakan sebuah negara multikultur, negara dengan banyak etnis dan budaya. Setiap etnis biasanya ditentukan dengan adanya perbedaan fisik, bahasa dengan etnis lain, dan oleh karena itu memiliki perbedaan budaya, kebiasaan. etnis yang berdekatan biasanya memiliki kemiripan antara yang satu dengan yang lain. pada tahap tertentu budaya akan terbentuk dari interaksi masyarakat dari etnis terbentuk. Nilai mengenai apa yang baik dan apa yang buruk pun juga terbentuk dari etnis tersebut. interaksi ini juga menimbulkan berbagai acara bersama yang pada akhirnya  memunculkan musik dan juga, akhirnya tarian.

dari sudut pandang ini maka tarian bukanlah sekedar pertunjukan, melainkan juga adalah sebuah kulminasi dari nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Nilai  sama yang terkandung dalam bawah sadar suatu masyarakat, suatu budaya, suatu etnis.

jadi, ku pikir, kenapa tidak membandingkan antara tarian Cuba di atas dengan tarian jawa.
masih ingat aku, kemarin baru saja dari Museum Ullen Sentalu yang isinya menceritakan soal sejarah budaya keraton mataram islam yang akhirnya pecah menjadi Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Tidak seperti museum biasa di Indonesia yang ku temui, museum ini menyediakan guide yang sudah termasuk ke dalam tiket Rp30.000,00 yang kita beli. Meskipun terasa terlalu cepat dalam menjelaskan, tapi yah, masih lebih bagus dari pada museum biasa yang kita ditinggalkan begitu saja tanpa didampingi.

so,sebelum ngelantur lebih lanjut. di museum ini aku jadi tahu dan ingat kembali mengenai tarian bernama Bedhaya Ketawang. Tarian pengangkatan raja keraton mataram. Dipercaya diciptakan oleh Nyi Roro Kidul, penguasa laut selatan jawa. Tarian ini dianggap begitu sakral karena hanya akan diadakan setahun sekali pada peringatan pengangkatan raja, dengan berbagai seremonial yang harus dilaksanakan oleh para penari, (penabuh gamelan), dan abdi dalem keraton yang terlibat dalam pelaksanaan tarian. Tidak ada juga makanan dan minuman dalam acara ini.

jika kita amati. akan sangat berbeda tarian dan musik satu budaya dengan budaya lain. well, lets make this discussion in the next post, haha
 

Sabtu, 29 Oktober 2011

my new blog

yahoooooo!!!!!!!!!!

this is my new blog.. hahaa

ill be writing here in when my lack of sense activity come.. hehe

hope uenjoy it.. :)